19 Jiwa di Larat Melayang karena Rabies
Ambon: Sedikitnya 19 warga Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, meninggal. Sekitar 357 lainnya terinfeksi rabies setelah digigit anjing gila selama 2010.
"Korban tewas dan terinfeksi rabies ini kebanyakan warga Larat. Mereka meninggal karena terlambat mendapat pertolongan medis," kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Maluku Tenggara Barat dr. Theo Resiloy yang dikonfirmasi dari Ambon, Selasa (24/8).
Dari ratusan warga yang terinfeksi rabies itu, beberapa di antaranya sudah dirujuk ke RSUD dr. M. Haulussy Ambon untuk mendapatkan pertolongan karena vaksin di daerah setempat sudah habis. Tim dari Kementerian Kesehatan juga sudah turun ke lokasi dan menyatakan Maluku Tenggara Barat dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB) rabies.
Dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya memusnahkan anjing di daerah itu namun terhalang dengan sikap apatis warga yang menyembunyikan anjing peliharaannya agar tidak dibunuh. "Saat didatangi petugas, warga tidak merelakan hewan peliharaannya dibunuh dan menyembunyikan anjing mereka di tengah hutan," katanya.
Menurut Theo, penyakit anjing gila di Kecamatan Tanimbar Utara berawal dari seorang wanita tua yang membawa anjing jenis Peking dari Kota Ambon pada Desember 2009. Anjing Peking ini kemudian menularkan virus kepada anjing lainnya melalui gigitan dan akhirnya menyebar pada manusia.
Namun awalnya warga setempat yang masih mempercayai dunia mistik tidak yakin kalau kebanyakan korban tewas adalah karena rabies. (Ant/OL-5)
Sumber : Media Indonesia


