Thursday, 09 February, 2012       Login | Register

Seekor Harimau Terluka Diselamatkan

Palembang - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu menangkap seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Mekar Raya, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Sabtu (10/7) dini hari. Penangkapan itu untuk menyelamatkan satwa langka yang sedang terluka di tubuhnya.
Karena sakit, harimau itu tidak leluasa mencari makan ke dalam hutan sehingga selama beberapa pekan hanya mampu bergerak di pinggiran hutan dekat perkampungan serta di perkebunan kopi milik warga setempat.

Kepala BKSDA Bengkulu Andi Basrah melalui Kepala Bagian Tata Usaha BKSDA Bengkulu Supartono, Minggu, mengatakan, harimau jantan berusia 2-3 tahun itu ditangkap BKSDA karena meresahkan warga setempat. Sejumlah warga ketakutan karena sering berpapasan dengan harimau itu saat melintas di kebun.
"Si Raja Hutan ini ditangkap dengan menggunakan jebakan kerangkeng besi di wilayah Ulu Talo. Setelah masuk kerangkeng, ternyata harimau itu terluka di kaki dan badan bagian punggung," katanya.
BKSDA Bengkulu bekerja sama dengan ahli medis kehewanan merawat harimau tersebut. Mereka juga akan mendiagnosa luka yang dialami harimua tersebut.
"Apakah ini luka racun atau luka bekas senjata tajam. Kami akan merawat hewan langka itu sampai sembuh, baru dilepas kembali. Bisa juga dipelihara di kebun binatang," katanya.
 
Terus Berkurang
BKSDA menyatakan, populasi harimau Sumatera di Bengkulu terus berkurang atau saat ini masih sekitar 50 ekor. Binatang buas terus terdesak ke pinggiran karena habitat hidupnya, yakni hutan primer, makin rusak. Saat ini, makanan yang cukup banyak tersedia bagi harimau Sumatera praktis hanya babi hutan.
"Harimau Sumatera makin terancam karena hutan sudah banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit, kopi, dan tanaman lainnya. Sebenarnya wajar jika harimau akhirnya dengan manusia karena tempat hidupnya dirambah manusia," katanya.
Apabila ada harimau yang sering masuk perkampungan sekaligus meresahkan warga, BKSDA berjanji sesegera mungkin mengantisipasi dengan cara menyelamatkan harimau. Ini penting untuk menghindari korban jiwa manusia akibat diterkam harimau.
Hingga sekarang, harimau yang sudah dikerangkeng itu menjadi tontonan warga setempat. Tidak sedikit warga dari lain kecamatan datang menonton harimau itu. Ada pula warga yang mengambil gambar dengan kamera dan merekam aktivitasnya dengan handycam atau telepon selular. Namun, Supartono mengatakan, binatang itu terlihat sedang lesu dan tidak mau makan. (ANTARA/ONI)
 
Sumber : Kompas