Wednesday, 23 May, 2012       Login | Register

“One Health” Sebuah Keharusan Bagi Dunia

Permasalahan kesehatan global dewasa ini semakin pelik dan rumit. Menurunnya daya dukung alam adalah faktor utama yang menyebabkan kompleksitas itu. Oleh karenanya, setiap isu kesehatan harus ditangani dengan serius dan terpadu. Artinya, penanganan permasalahan kesehatan harus melibatkan semua komponen terkait. Menjawab tantangan diatas, Prof. Joann Lindenmayer, memperkenalkan konsep ”One Health”. Melalui seminar yang berlangsung di FKH IPB, 17 Juni 2008, Prof Joann mengatakan, isu One Health telah menjadi isu internasional. Staf pengajar dari Tufts University ini, dengan gamblang menjelaskan konsep One Health, ditinjau dari History, Application, dan Challengers-nya.

Melalui sejarah kesehatan global, kita bisa belajar dari apa yang pernah disampaikan oleh Rudolph Virchow. Saat itu Virchow mengatakan, kedokteran hewan (Veterinarian) dan kedokteran manusia (Physisian), merupakan satu kesatuan, tidak ada pembatas diantara keduanya. Hal ini karena, peran keduanya dalam mewujudkan kesehatan global, bersifat mendasar”, papar Prof. Joann.
Upaya memperkenalkan konsep One Medicine sudah dimulai oleh Jean Mayer (Tufts University). Upaya ini ditempuh Mayer dengan cara meningkatkan ilmu-ilmu dasar kedokteran manusia (Physisian), kedokteran gigi (Dentist) dan kedokteran hewan (Veterinarian). Dari upaya yang dilakukan Mayer, ternyata ditemukan suatu benang merah. Dari sini kemudian Mayer, menyusun suatu konsep yang menyatukan unsur-unsur kedokteran diatas .
Dorongan untuk perubahan dalam konsep one medicine semakin kuat dengan munculnya kasus emerging infectious disease seperti, kasus Hanta virus dan E. coli (0157:H7) pada tahun 1993, west nile virus (1999), monkeypox (2003), plague, ancaman bioterorisme, environmental disaster, xenotransplantation, dan importance of food production.
Dalam menghadapi tantangan kesehatan global maka seorang dokter manusia dan  dokter hewan tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Harus ada kerjasama diantara keduanya untuk menghadapi tantangan tersebut. Sayangnya, peran dokter hewan diberbagai institusi yang ada di beberapa negara maju ternyata kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan negara berkembang.
Minimnya keterlibatan dokter hewan dalam berbagai instansi pemerintah, menyulitkan bagi dokter hewan untuk menjalankan perannya dalam pembangunan kesehatan di negaranya. Padahal ada banyak peran yang harus dilakukan oleh dokter hewan dan dokter secara bersama-sama. Peran itu diantaranya, kegiatan surveilans, membangun komunikasi, penelitian, kerjasama program eradikasi penyakit dan pengembangan kebijakan (policy development).
Konsep One Health diinisiasi oleh pimpinan asosiasi kedokteran manusia dan kedokteran hewan di Amerika. Prakarsa ini dinyatakan bersamaan dengan tekad perang terhadap food-borne disease, dan pencegahannya terhadap terjadinya penularan silang antar spesies.
Sebagai kesimpulan, Prof Jeann menegaskan, dalam menghadapi ancaman kesehatan global maka komunitas dokter manusia dan dokter hewan harus bekerjasama dalam permasalahan klinik, public health and research setting. Dr Wayan T Wibawan, Dekan FKH IPB menyatakan bahwa yang disampaikan oleh Prof. Joann selaras dengan motto Dokter hewan di Indonesia, ”Manusya mriga satwa sewaka” yang bermakna, ”Mensejahterakan manusia melalui kesejahteraan hewan”.

Oleh: Drh. Saptono AM  and Drh. Agus Jaelani