Siaga Flu Burung
SRAGEN - Kematian mendadak 20 ayam kampung di Desa Soko dan Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyentak dinas peternakan setempat. Kematian unggas itu dicurigai akibat virus avian influenza atau flu burung. Untuk memastikannya, Dinas Pertenakan Sragen menunggu hasil penelitian Balai Besar Veteriner (BBV). "Sejak minggu lalu, kematian unggas di Desa Soko 3 ekor dan Desa Brojol 17 ekor. Di antara unggas yang mati itu, enam mengarah ke AI," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Sragen Sri Hardiati melalui Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Drh Susiwi.
Menurut Susiwi, dinas telah memvaksinasi dan memberikan desinfektan pada unggas di kedua desa tersebut. Hal itu dilakukan agar virus tidak menyebar. Hingga kemarin, Susiwi berada di Posko Kewaspadaan Flu Burung Desa Soko.
Susiwi mengatakan, hampir di seluruh wilayah Sragen terdapat populasi unggas. Unggas milik warga yang jumlahnya tidak banyak juga menjadi perhatian Dinas Peternakan dan Perikanan.
Total populasi unggas di Sragen 1.350.000 ekor dan tersebar di 20 kecamatan. Masyarakat diimbau mewaspadai unggas yang mati mendadak. "Jika dikatakan endemi, hampir semua kecamatan unggas bisa endemi. Sebab, penyakit tidak bisa diprediksi kapan muncul dan menyebar," ujarnya.
Dia menambahkan, pada pergantian cuaca, virus AI dapat berkembang biak dengan baik. "Jika ada ayam mati mendadak, lakukan prosedur tetap (protap) penanganan AI. Meski kematian unggas tersebut bukan oleh AI, lebih aman begitu," terang Susiwi. (her/den/roz/jpnn)
Sumber : Jawa Pos

