Wednesday, 23 May, 2012       Login | Register
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.

Dugaan Antraks, Hasil Cek Laboratorium Masih Negatif

Boyolali - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali menyatakan, dugaan antraks yang mengakibatkan sapi sakit di Dukuh Tangkisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Klego (bukan Andong) ternyata negatif. Untuk itu, Disnakan terus berupaya mencari penyebabnya.
‘’Ya, hasil pengecekan di Laboratorium Besar Veteriner, Wates, Yogya memang hasilnya negatif,’’ ujar Kepala Disnakan Boyolali, Dwi Priyatmoko, Senin (21/2).
Dijelaskan, pengecekan dilakukan berdasarkan sampel tanah yang mengandung sisa darah penyembelihan sapi. Ada lima sampel yang diambilkan dari lima titik berbeda. Pihaknya juga menyertakan sampel darah yang diambil dari sejumlah sapi di sekitarnya.

‘’Kami memang kesulitan mengambil sample karena saat laporan masuk, sudah tidak ada sisa dari sapi yang dipotong paksa.’’
Diduga, sapi tersebut sakit dan dipotong paksa karena keracunan makanan. ‘’Ada kebiasaan warga di sana memberi makan sapi dengan daun ketela pohon. Padahal, daun ketela pohon mengandung racun sianida. Ini baru dugaan, dan kami terus berupaya mencari penyebab pastinya.’’
Untuk itulah, pihaknya melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin kepada sapi-sapi di kawasan Desa Karangmojo. Vaksinasi juga dilakukan terhadap ternak sapi di wilayah Kecamatan Kemusu dan Andong yang merupakan kawasan perbatasan Kabupaten Sragen karena ada laporan serangan antraks di daerah tersebut.
‘’Sudah ada 600 ekor sapi yang mendapatkan vaksinasi. Ini memang penanganan yang sesuai prosedur, jadi tetap dilakukan sesuai penanganan antraks.’’

Dugaan KLB
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dokter Yulianto Prabowo menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan, memang dugaan antraks kulit yang menyerang 9 orang di Dukuh Tangkisan cukup kuat. Hanya, kepastian apakah benar mereka terkena antraks masih menunggu hasil laboratoium di Jakarta.
‘’Diperkirakan hasilnya bisa diketahui Jumat (25/2). Sampel yang dikirimkan adalah usapan luka di tubuh korban. Kami juga sudah melaporkan dugaan KLB antraks ke Dinas Kesehatan Jateng.’’
Berdasarkan pengecekan, lanjut dia, dipastikan kesembilan korban sempat bersentuhan langsung atau terlibat penyembelihan. Mereka juga mengalami gejala yang sama yaitu demam, muntah, nyeri dan sakit kepala. Demikian pula gejala di bagian kulit, seperti bengkak, ada cairan dan muncul kerak atau koreng.
( Joko Murdowo / CN16 / JBSM )

Source : Cybernews