Jumat, 10 September 2010      Login | Register

Berita

Hewan Kurban Dijamin Bebas Antraks

KENDAL (SINDO) – Dinas Peternakan (Disnak) Kab Kendal menjamin hewan kurban yang akan disembelih saat Idul Adha bebas antraks. Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Disnak telah menerjunkan petugas memeriksa penampungan hewan kurban di sejumlah lokasi.
Disnak memeriksa lebih ketat hewan kurban yang berasal dari luar daerah. Kasubdin Kesehatan Hewan Disnak Kendal Diah Aning Budiarti kemarin mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk memeriksa hewan kurban di sejumlah lokasi. Pihaknya sengaja mendatangi lokasi pengumpulan hewan kurban di tempat para pengepul. Pasalnya, di tempat pengepul inilah hewan kurban dipasok dari luar daerah. Menjelang hari H, pihaknya menerjunkan petugas memantau kesehatan hewan. Sementara pada hari H, tempat-tempat penyembelihan akan diperiksa petugas.

Satgas Hewan Kurban Dikerahkan

JAKARTA (SINDO) – Sebanyak 735 satuan petugas (satgas) pemeriksa hewan kurban dikerahkan untuk mengantisipasi berbagai penyakit yang kemungkinan diidap hewan kurban, di antaranya antraks,penyakit mulut dan kuku, serta sapi gila menjelang Idul Adha.
Ke-735 satgas terdiri atas 70 petugas Dinas Peternakan, Perikanan,dan Kelautan, 265 tenaga bantuan mahasiswa Fakultas Kesehatan Hewan IPB,50 tenaga bantuan dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan 350 petugas suku dinas lima wilayah Jakarta. ”Petugasharusmengawasisecara ketat sapi,kerbau,kambing, domba yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB,NTT, dan Lampung,” ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan DKI Jakarta Edi Setiarto,kemarin.

Ponorogo Kekurangan Vaksin AI

Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur sedang kekurangan vaksin Avian Influenza (AI). Karenanya vaksinasi pada unggas tidak dapat dilakukan sesuai rencana yaitu tiga kali setahun. Kepala Bagian Kesehatan Hewan, Sudin Peternakan, Dinas Pertanian Ponorogo, Andi Susetyo kemarin mengatakan bahwa berdasarkan populasi unggas, khususnya ayam kampung, stok vaksin AI yang dimiliki saat ini sangat sedikit.

Flu Burung Kembali Mewabah

Virus flu burung sekali lagi menyerang kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, lebih pastinya di desa Banua Baru di kecamatan Wonmulyo dan kelurahan Lantora di kecamatan Polewali. Dinas Pertanian dan Peternakan Polewali Mandar mengaku mengalami kesulitan dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini karena warga menolak eliminasi ayam. Kasus flu burung di Banua Baru diketahui setelah 70 ekor ayam milik warga setempat mati mendadak dalam lima hari terakhir. Setelah menerima informasi ini, Dinas Pertanian dan Peternakan setempat mengambil sampel dari ayam mati kemarin.

Pasar Hewan Diawasi Ketat

MADIUN(SINDO) – Sejumlah tempat berisiko tinggi menjadi tempat penularan antraks pada hewan kurban mendapat pengawasan ketat Pemkab Madiun.   Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Madiun memfokuskan pengawasan pada rumah potong hewan,pasar hewan sapi dan kambing,daerah padat ternak sapi dan kambing, serta tempat-tempat pengumpulan hewan ternak yang diperdagangkan.

Disnak Antisipasi Hewan Kurban Berpenyakit

LAHAT (SINDO) – Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnak) Kab Lahat Himyar Mazani mengatakan, pihaknya siap melakukan pengawasan terhadap penyebaran hewan kurban yang terindikasi berpenyakit.
Kendati pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1428 H masih beberapa pekan lagi, namun sejak sekarang pihaknya telah melakukan pemantauan serta pemeriksaan rutin ke tempat-tempat peternak hewan kurban “Berdasarkan pantauan dan data yang tercatat pada kita, menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang terdapat sekitar 200 ekor sapi dan 400 ekor kambing yang bakal digunakan sebagai hewan kurban nanti,” kata Himyar. Himyar menambahkan,sebagian hewan kurban tersebut didatangkan langsung para pedagang dari Lampung.

Kabupaten Tangerang dan Flu Burung

Depkes RI menetapkan, Kabupaten Tangerang sebagai pilot projek atau proyek percontohan penanggulangan penyakit flu burung setelah dilakukan berbagai pertimbangan sesuai jumlah kasus di wilayah ini cukup tinggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Kabupaten Tangerang Didi Aswadi, mengatakan, pilot projek mulai efektif dilaksanakan awal 2008 selama 2,5 tahun. Namun pilot projek sudah dilakukan sejak jauh hari terutama tentang cara penyebaran flu burung.

Vaksin Rabies di Simalungun Minim

SIMALUNGUN (SINDO) – Kabupaten Simalungun membutuhkan tambahan vaksin rabies sekitar 6.000 dosis untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kera di daerah itu.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Simalungun Sahat Hutauruk melalui Kasubdis Kesehatan Hewan Mundofar mengatakan, populasi anjing di daerah itu saat ini mencapai 13.194 ekor, tapi jumlah vaksinasi rabies yang tersedia tahun ini hanya 4.300 dosis. ”Idealnya, vaksin rabies yang dibutuhkan sekitar 10.000 dosis,” jelas Mundofar di Simalungun, belum lama ini.