Rabu, 23 Mei 2012      Login | Register
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.

Waspadai Antraks, Ratusan Sapi dari NTT dan NTB Diperiksa

Sedikitnya 215 sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk Surabaya, sejak tiga hari lalu.  Padahal pekan lalu, Pemprov Jatim melarang masuknya sapi dari daerah tersebut ke Jatim akibat ancaman penyakit antraks.
Saat ini ratusan sapi ini dikarantina hingga lima hari di Kandangan  Surabaya Barat. Pengkarantinaan sapi yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak ini sekaligus diambil contoh darahnya oleh Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak Surabaya.
Sapi untuk kebutuhan Idul Qurban ini dikhawatirkan terkena bakteri bachillus anthrachis, penyebab antraks. Sehingga harus dikarantina terlebih dahulu sebelum dilepas ke pasaran atau dikirim ke daerah lain.

"Ini demi mengantisipasi ancaman penyakit antraks,” kata Kepala Bidang Pelayanan Operasional Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak Surabaya, drh Wawan Sutian kepada wartawan di Jl Kandangan Surabaya, Minggu (16/12).
Pengambilan contoh darah tidak hanya untuk hewan impor. Namun juga untuk perdagangan antarpulau sesuai Surat Edaran Menteri Pertanian dan surat serupa dari Gubernur Jatim. Isi kedua surat ini intinya agar setiap wilayah meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Adha.
"Sapi-sapi ini kami observasi untuk kedua kalinya dengan mengambil contoh darah.
Dan biasanya lama karantina hingga lima hari," tambahnya. Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak mengaku bahwa Dinas Peternakan Jatim atas nama Gubernur Jatim telah melarang untuk menerima sapi-sapi dari luar daerah terutama dari NTT dan NTB. Tetapi, Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak menjamin sapi dari NTB dan NTT ini sudah bebas ke antraks.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Sigit Hanggono sebelumnya mengatakan, larangan mendatangkan sapi dari NTT dan NTB mulai ditetapkannya per Desember. Akibat terjadinya serangan antraks di Pati Jateng pada pertengahan tahun 2007 yang menyebabkan seorang korban manusia meninggal dunia.
Serangan antraks di Pati tersebut buntut kiriman sapi dari NTT. Sejak 2005, NTT dan NTB ditetapkan sebagai wilayah endemik antraks.
Surabaya, biasanya menjadi tempat tujuan maupun singgah hewan-hewan ternak dari wilayah Indonesia timur menuju Jakarta dan sekitarnya.
Larangan ini terus berlaku sampai daerah-daerah asal endemis asal hewan-hewan tersebut dinyatakan bebas antraks.
Tentang kesiapan Provinsi Jatim menghadapi Idul Adha di mana permintaan terhadap hewan-hewan kurban semakin meningkat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Ini karena Jatim merupakan sentra produksi hewan ternak yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri,” jelas Sigit.
Menurut catatan Dinas Peternakan Jatim, provinsi ini mampu memproduksi 600.000 ekor sapi dan kamping untuk kebutuhan Idul Qurban. Padahal untuk kebutuhan Jatim hanya  sekitar 300.000 ekor per tahun. Oleh karena itu, Jatim bahkan mampu memasok hewan ternaknya ke provinsi lain sampai 120.000 ekor per tahun.
Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi hewan ternak ilegal yang tidak memiliki dokumen kesehatan maupun dokumen resmi. uca
sumber : surya