Wabah Flu Burung di 11 Kabupaten di Jawa Barat
Bandung - Kasus baru flu burung telah terdeteksi pada 11 dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat. Para ahli mengatakan hal ini terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat terkait kebersihan dalam memelihara unggas serta akibat perubahan cuaca.
Sejak 4 Januari 2011, 41 suspect flu burung pada manusia telah dilaporkan di Indonesia dengan kematian unggas mencapai 33,929 ekor ayam.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Kusmayadi pada hari Senin (28/2/2011) mengatakan virus ini menyebar akibat cuaca yang tidak menentu.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kandang ayam juga telah menurun secara signifikan.
Kematian ayam terbesar ditemukan di sebuah peternakan di Sukabumi, dimana 30.000 ekor ayam mati.
”Hujan, kering, hujan, kering. Cuaca yang demikian telah menambah kekuatan infeksi virus tepat pada saat kesadaran masyarakat berkurang,” kata Kusmayadi.
Kesebelas kabupaten/kota yang mengalami kasus flu burung adalah Bekasi, Bandung Barat, Purwakarta, Majalengka, Sukabumi, Kuningan, Indramayu, Garut, Depok, Bogor, dan Sumedang.
Kasus terakhir terjadi di Garut dimana 1.000 ekor ayam milik masyarakat setempat dilaporkan mati sejak 12 Januari 2011 akibat virus flu burung.
”Kejadiannya dilaporkan terlambat dan bangkai ayamnya dibuang sembarangan di lapangan,” kata Kepala Dinas Peternakan Garut Dida K. Endang.
RSUD Garut juga telah menangani dua pasien sejak minggu lalu yang diduga menderita flu burung. Pasien merupakan warga berumur 49 tahun dan bayi 9 bulan.
Kedua pasien menderita demam tinggi hingga 38 derajat Celcius dan gangguan pernapasan. Hasil pengujian sampel darah belum ada, kata Kepala Dinas Kesehatan Garut, Dede Rohmansyah.
”Sudah ada 163 pasien yang mengalami gejala mirip influenza di tempat yang mengalami kematian ayam mendadak. Tapi, harapanya, mereka tidak terinfeksi flu burung,” kata Dede.
Di Dumai, Riau, wabah flu burung juga dilaporkan menyusul ditemukannya ratusan ayam mati mendadak di sejumlah daerah.
Petugas Dinas Peternakan Pekanbaru Agus mengatakan pada hari Senin (28/2/2011) bahwa flu burung telah terdeteksi di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Dumai Barat.
”Pada saat diperiksa, petugas menemukan satu kasus flu burung di kecamatan Bukit Tima. Dari 3 ayam yang diuji, 2 positif flu burung,” kata Agus, sebagaimana dikutip oleh berita Antara.
Sementara itu, di Surakarta, Jawa Tengah, Dinas Pertanian setempat mengumumkan bahwa semua sapi dan kambing di daerah tersebut bebas penyakit antraks setelah menerima hasil pengujian.
Pengumuman tersebut dibuat menyusul kejadian wabah antraks di Boyolali.
Sebuah tim segera diterjukan untuk menguji sapi dan kambing di Surakarta sebagai usaha mencegah penyebaran penyakit antraks. (Yuli Tri Suwarni)
Sumber : Jakarta Post

