Jumat, 10 Februari 2012      Login | Register

Unggas Lokal Rawan Terjangkit Flu Burung

Denpasar - Unggas lokal di Indonesia rawan terjangkit penyakit flu burung, akibat penerapan sanitasi, termasuk tindakan vaksinasi terhadap ternak peliharaan itu masih rendah. Padahal berdasarkan data sensus pertanian lima tahun terakhir, rumah tangga pemelihara unggas lokal di Indonesia mencapai sekitar 21 juta kepala keluarga, kata Direktur Budidaya Ternak Non Ruminansia Ditjen Peternakan, Departemen Pertanian, drh Djajadi Gunawan MPH di Denpasar, Senin.

Di sela-sela apresiasi peternak unggas lokal Indonesia itu, ia mengatakan, kesadaran warga untuk melakukan tindakan vaksinasi terhadap ternak peliharaannya masih tergolong rendah. Dengan kondisi seperti itu, Departemen Pertanian berharap peternak rumah tangga di tanah air untuk mengandangkan ternaknya dan bergabung dalam satu kelompok.

Upaya pengandangan dan membentuk kelompok ternak, akan memudahkan pemeliharaan sanitasi lingkungan termasuk melakukan vaksinasi, katanya.

Disebutkan bahwa pemerintah terus mendorong agar peternak unggas lokal semakin giat membentuk kelompok ternak di masing-masing kawasan. Melalui upaya pengandangan ternak secara berkelompok, selain lebih aman dari ancaman flu burung, usaha tersebut juga bisa lebih ekonomis, karena biaya pembuatan kandang dilakukan secara bersama.

Peternak unggas lokal selain dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga juga secara ekonomis dapat memenuhi kebutuhan hidup yang lainnya, ucap Djajadi.

Sementara Sekretaris Jenderal Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Mohammad Yunus, membatah anggapan bahwa pada ternak unggas lokal belum ditemukan terjangkit virus mematikan itu. "Dari data yang kami himpun justru yang terjangkit virus flu burung kebanyakan ayam buras (bukan ras) atau ayam broiler," katanya.

Walau ternak ayam lokal masih tergolong aman dari serangan virus flu burung, namun pihaknya menganjurkan agar memvaksinasi semua hewan peliharaan. "Kami sudah sarankan semua peternak unggas lokal agar memvaksinasi satwa peliharaannya, sebab di Indonesia rawan terjangkit flu burung," kata Yunus menambahkan.

Sumber : Antara