Tak Ada Penularan Virus AI Antarmanusia
JAKARTA (SINDO) – Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemik Influenza (FBPI) memastikan tidak ada penularan virus flu burung (avian influenza/ AI) antarmanusia di Indonesia.
Ketua Pelaksana Harian Komnas FBPI Bayu Krisnamurthi mengatakan,pihaknya sudah mengonfirmasi tentang masalah ini ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut dia, kasus flu burung (H5N1) yang ditemukan di Pakistan masih berjangkit dari hewan ke manusia.
Kasus ini sama dengan kasus flu burung yang terjadi di Kairo pada 2006. “Di Indonesia tidak ada perubahan status dari tiga ke empat, yakni masih dari hewan ke manusia, bukan manusia ke manusia,” ungkap Bayu di Jakarta,kemarin. Seperti diberitakan,WHO sebelumnya menyatakan telah menemukan indikasi penyebaran virus flu burung antarmanusia di Pakistan. Ahli dari WHO mengonfirmasi,temuan tersebut merupakan kasus pertama berjangkitnya flu burung dari manusia ke manusia. Namun, menurut mereka penularan ini sangat terbatas sehingga tidak berisiko meluas.
Tes khusus yang dilakukan di laboratorium Kairo dan London menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi secara fatal oleh virus H5N1 ini tidak memiliki riwayat kontak dengan unggas yang terinfeksi. Departemen Kesehatan (Depkes) juga membantah adanya penularan virus AI antarmanusia di Indonesia.Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun mengatakan, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup kuat adanya indikasi penularan virus AI antarmanusia di Indonesia. Bahkan, kasus flu burung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara setahun lalu yang dinyatakan sebagai cluster (berkelompok), ternyata tidak terbukti adanya penularan antarmanusia. (susi)

