Setelah Pasien Meninggal, Seluruh Ayam Dimusnahkan
Setelah dirawat sejak kamis (10/1) di Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, YF (16) pasien flu burung yang berasal dari Bekasi, akhirnya meninggal dunia, selasa pukul 15.30. Padahal sebelum meninggal, kondisi kesehatan siswi kelas II sekolah menengah kejuruan ini sempat membaik. Namun pada saat terakhir kondisinya terus menurun.
Warga RT 03 RW 01 Kelurahan Kayuringinjaya, Kecamatan Bekasi Selatan ini merupakan korban meninggal kelima di Kota Bekasi sejak 2005. Berdasar catatan Dinas Kesehatan kota Bekasi, 4 kasus pasien positif flu burung yang meninggal lainnya terjadi tahun 2006.
Menurut ayah YF, Supandi, putri bungsunya itu mengeluh sakit demam panas sejak 31 Desember lalu, kemudian berobat jalan ke dokter umum sebelum dirawat di RS Mitra Keluarga, bekasi. Sebelumnya dia mengonsumsi 3 butir telur ayam setengah matang.
Menyusul jatuhnya korban akibat flu burung, sedikitnya 3 RT di RW 01, Kayuringinjaya yakni RT 03, RT 05, dan RT 07 dinyatakan endemis flu burung. Petugas Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Kesmavet) Dinas Perekonomian Rakyat dan Koperasi Kota Bekasi berencana melakukan pemusnahan terhadap ternak unggas di 3 RT tersebut.
Langkah itu dilakukan karena dari hasil uji cepat (rapid test) petugas kesmavet pada kamis pekan lalu, mereka menemukan puluhan unggas peliharaan warga positif terinfeksi virus AI. unggas yang tertular virus AI itu meliputi ayam, bebek, entok dan burung.
Ditemui seusai sosialisasi pencegahan flu burung di Kantor Kelurahan Kayuringinjaya kemarin, Kepala Bidang Kesmavet Edi Kadarusman mengatakan, pemusnahan itu dilakukan untuk memutus rantai penularan flu burung. "Akan diupayakan ada ganti rugi," kata Edi.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga membagikan obat Tamiflu kepada warga di sekitar tempat tinggal YF. (COK/ARN)
sumber: kompas

