Seorang Remaja menjadi Korban Jiwa Flu Burung ke-104 Indonesia
Jakarta (ANTARA News) – Departemen Kesehatan mengumumkan pada hari Sabtu bahwa seorang anak laki-laki umur 16 tahun dari provinsi Jawa Tengah telah meninggal akibat virus Avian Influenza strain H5N1, menambah kematian manusia akibat flu burung menjadi 104. Depkes RI pada situs webnya mengatakan bahwa anak tersebut jatuh sakit pada 3 Februari dan meninggal seminggu kemudian di Rumah Sakit Moewardi di kota Solo, Jawa Tengah.
Anak tersebut, diidentifikasi sebagai APP, mempunyai kontak dengan ayam sakit sebelum meninggal.
Kematiannya merupakan yang ke-104 dari 126 kasus flu burung H5N1 yang terkonfirmasi di Indonesia. Kedua angka tersebut merupakan yang tertinggi di dunia.
Sebelum kematian yang terakhir, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) telah mengkonfirmasi adanya minimal 225 kematian di 12 negara di Asia dan Afrika.
Cara yang paling umum untuk tertular virus H5N1 adalah melalui kontak dengan unggas yang terinfeksi. Meskipun flu burung utamanya tetap merupakan penyakit hewan, para ahli khawatir bahwa virus tersebut dapat bermutasi menjadi virus yang dapat secara mudah menyebar dari manusia ke manusia sehingga menyebabkan pandemik yang dapat membunuh jutaan manusia.(*)
Sumber: Antara

