Jumat, 10 Februari 2012      Login | Register

Seorang Ibu dari Buleleng Tak Terselamatkan

Denpasar - Bukan hanya arak oplosan yang gawat dan sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa manusia. Kasus si Gukguk (anjing gila) hingga pertengahan 2010 juga belum tuntas. Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota belum mampu menuntaskan kasus besar ini yang terus memakan korban jiwa.
Memang, beberapa hari tidak terdengar kasusnya, tapi korban terus berjatuhan. Kali ini Nengah Suri, 53, menjadi korban meninggal kasus rabies. Dia meninggal kemarin (25/5) sekitar pukul 05.30.
Korban dari Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, itu meninggal beberapa jam saja sejak ia dirawat Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 di Ruang Nusa Indah RS Sanglah. Dari gejala klinis korban dinyatakan mengalami positif rabies.

Itu diketahui setelah tim medis rumah sakit setempat melakukan pemeriksaan pemeriksaan laboratorium pada korban. Apalagi gejala itu ditambah dengan korban mengalami phobia dengan air dan cahaya.
Sekretaris Tim Penanggulangan Rabies RS Sanglah dr Ken Wirasandhi MARS, kepada wartawan kemarin (25/5) membenarkan adanya korban meninggal karena terserang rabies. Dikatakan, korban pernah mengalami riwayat gigitan anjing sekitar dua bulan yang lalu. Ia digigit pada jari tangannya. Namun sangat disayangkan, korban Nengah Suri ternyata tidak pernah mendapatkan perawatan luka akibat gigitan anjing gila itu.
Mirisnya lagi, sejak diterkam itu korban tidak pernah diberi suntikan vaksin antirabies (VAR). ''Dari hasil pemeriksaan lab (laboratorium, Red) korban memang positif rabies. Itu diketahui dari pemeriksaan air liur korban dan air matanya," terang dokter Ken.
Ditambahkannya, hingga kini korban meninggal akibat rabies yang pernah dirawat inap di RS Sanglah sudah mencapai 46 korban.
Sementara itu, sekitar pukul 14.10 kemarin (25/5), seorang korban gigitan anjing dari Karangasem langsung dirujuk ke RS Sanglah setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD Karangasem. Itu dilakukan karena korban yang bernama Ni Wayan Sari, 45, memiliki luka gigitan yang cukup serius. Bagaimana tidak, tiga luka bersarang sekaligus di tangan kirinya.
Korban diterkam anjing gila pada saat mengais sampah di jalan pukul 07.00 kemarin. Tiga bekas gigitan itu yang paling parah adalah lukanya pada telunjuk jari tangannya. Karena kedalaman dan keluasan lukanya cukup parah. ''Tadi sudah dikasih VAR di sana. Tapi langsung ke sini (RS Sanglah, Red) lagi," ungkapnya. (mar)

Sumber : Radar Bali