Sarasehan dan Rapat Kerja Nasional HIMPULI
Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) pada tanggal 24 – 26 Mei 2010 menggelar acara Sarasehan dan Rapat Kerja Nasional ke IV di Cisarua, Bogor. Hadir pada acara ini antara lain Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Pertanian, Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat serta para Pejabat dari lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan.
Menurut wakil Menteri Pertanian dalam sambutannya mengatakan bahwa unggas lokal sekurang-kurangnya memiliki 2 peran penting, yakni terkait dengan usaha perbaikan gizi keluarga dan dalam rangka pengentasan kemiskinan. Sedangkan keberadaan HIMPULI dapat dijadikan sebagai wadah untuk kemajuan bersama bagi peternak unggas lokal di berbagai wilayah Nusantara dan selalu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan sistem peternakan nasional secara menyeluruh. Dari data nasional menunjukkan, bahwa peranan unggas lokal dalam penyediaan daging bagi masyarakat masih cukup nyata, yakni sekitar 16,3 % atau 0,35 juta ton (2008). Selain itu terjadi kecenderungan bagi masyarakat yang maju akan berubah pola konsumsinya ke arah yang lebih organik, sehat dan bersih.
Menteri Kesehatan menekankan kembali Gerakan Peternak Sehat Ternak Sehat. Melalui sinergitas kegiatan Gerakan Peternak Sehat Ternak Sehat yang selama ini telah dilaksanakan antara berbagai pihak terkait diharapkan juga dapat dijadikan daya dorong pengembangan unggas lokal. Pengembangan Desa Siaga dengan Gerakan Peternak Sehat Ternak Sehat (GPSTS) merupakan model kegiatan yang memadukan kesehatan masyarakat, lingkungan dan ternak. Pendekatannya dengan memberdayakan masyarakat dibantu pemerintah.
GPSTS merupakan kerja sama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan HIMPULI. Tujuannya, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatnya produktivitas ternak. Salah satunya, mengaplikasikan cara beternak unggas yang baik atau Good Farming Practices (GFP). Targetnya, lingkungan pemukiman sehat serta penanganan produk hewan yang higienis. Menurut Menkes, PSTS merupakan gerakan promosi kesehatan, kebersihan perorangan dan Perilaku Hidup Bersih (PHBS,) deteksi dini dan respon cepat pada penyakit yang dapat menimbulkan wabah, pemberdayaan masyarakat peternak di bidang kesehatan dan UKBM; penyehatan lingkungan serta penyelamatan aspek biologis (Biosafety) dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatnya produktivitas ternak.
HIMPULI yang berdiri pada tahun 2007, saat ini telah terdapat 23 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi. Rakernas kali ini mengambil topik ”Reposisi Peternakan Unggas Lokal” dan mengagendakan 3 acara, yakni Program Kerja, Inventarisasi Masalah dan Pelantikan Pengurus Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI).


