RI Impor Susu untuk Penuhi 70 Persen Kebutuhan Susu Nasional
Semarang - Produksi susu nasional masih rendah dan baru terpenuhi kurang dari 30 persen dari kebutuhan. Sehingga 70 persen kebutuhan susu nasional harus impor.
"Kita masih harus impor hingga 70 persen untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, karena hingga kini produksi dalam negeri hanya 30 persen saja," kata Mentri Pertanian Suswono dalam peringatan Hari Susu Nasional di komplek Tarubudaya, Ungaran, Semarang, Sabtu (4/6).
Meskipun tingkat produksi rendah, tingkat konsumsi susu di Indonesia termasuk yang terendah di Asia. Hingga kini, berdasarkan data yang ada, konsumsi susu di Indonesia hanya 11 liter per kapita per tahun.
Konsumsi itu jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai tiga kali lipat, Amerika delapan kali lipat. Bahkan Belanda, tingkat konsumsinya mencapai 120 liter per kapita per tahun.
"Indonesia pernah mengalami kejayaan ternak sapi pada tahun 1976 bahkan melakukan ekspor, tetapi sejak tahun 80-an mengimpor hingga 18.000 ekor per tahun. Bahkan kini mencapai 600 ribu ekor per tahun," kata Anton.
Dengan besarnya impor itu, menurut Anton, seharusnya Indonesia mampu melakukan swasembada susu dengan memperbesar produk susu dan sekaligus memperbanyak ternak sapi perah.
Karena berdasarkan data yang ada rata-rata setiap peternak di Indonesia hanya memiliki 2 - 3 ekor sapi perah. Idealnya memiliki 10 ekor sapi. (Akhmad Safuan/OL-9)
Sumber : Media Indonesia

