Jumat, 10 Februari 2012      Login | Register

Rabies : Penularannya Meluas di Bali

DENPASAR, KOMPAS – Penyakit rabies di Pulau Bali yang semula hanya ditemukan pada anjing di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, telah menyebar ke arah utara, yakni Kecamatan Kuta Utara dan Kota Denpasar.
Gubernur Bail Made Mangku Pastika menginstruksikan pengandangan seluruh hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, dan kera peliharaan. “Ini antara lain menyangkut pertanggungjawaban pemilik apabila hewan piaraannya menggigit orang lain. Apalagi kemudian sampai positif tertular rabies,” kata Pastika di sela acara vaksinasi masssal antirabies di Kelurahan Sanur, Denpasar, Sabtu (10/1).

Vaksinasi antirabies ini digelar serentak di 83 banjar di delapan desa di Denpasar, dengan 20.000 dosis vaksin antirabies untuk populasi angjing yang diestimasi mencapai 17.000 ekor di Denpasar. Sebelumnya, vaksinasi hanya digelar di daerah tertular, sementara vaksinasi di daerah terancam, khususnya Kota Denpasar dan kecamatan lain wilayah Badung, tidak digelar bersamaan dengan daerah tertular.
Kepala Dinas Peternakan Bali Ida Bagus Ketut Alit menyatakan, vaksinasi di wilayah Denpaasr itu merupakan jawaban langsung atas konfirmasi positif rabies yang ditemukan pada sampel darah anjing liar di wilayah Sesetan, Denpasar, awal pekan lalu, serta dari Desa Ungasan dan Kedongan, Kuta Selatan.
Pastika mengingatkan, penyebaran rabies di Badeung dan Denpasar harus diwaspasai seluruh warga karena wilayah ini adalah jantung kehidupan Bali. Karena itu, lalu lintas hewan penular rabies juga akan dihentikan. “Tutup semua pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara,” ujar Pastika. (BEN)
Sumber : Kompas