Jumat, 18 April 2014      Login | Register

Peternak Sapi Perah Beralih Memelihara Sapi Potong

Semarang - Keputusan industri pengolahan susu atau IPS menurunkan harga beli susu segar produk peternak membuat sebagian besar peternak sapi perah di Jawa Tengah beralih memelihara sapi potong. Para peternak menilai harga pembelian susu segar yang ditetapkan IPS tidak sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan peternak. Dalam jangka panjang, situasi ini bisa menyusutkan produksi susu segar dalam negeri.

“Ini mengulang saat harga susu anjlok sebelum tahun 2006. Peternak sapi perah memilih membesarkan anak sapi atau sapi potong. Harga jual sapi perah yang rendah saat ini menjadi salah satu indikator,” kata Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Jawa Tengah Agus Warsito, Kamis (14/5) di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Agus menyatakan, harga jual sapi perah dengan produktivitas susu 10 liter per hari turun Rp 1,5 juta-Rp 2 juta, dari harga normal sekitar Rp 13 juta per ekor. Ini karena peternak beramai-ramai menjual sapi perahnya.
Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Tengah Sri Kuncoro menjelaskan turunnya kembali harga jual susu segar produk peternak Rp 100 per liter per Juni 2009 akan memberatkan peternak.
Dia menjelaskan, sebelumnya, harga pembelian susu IPS yang melalui GKSI Jateng sudah dua kali turun, yakni Rp 200 dan Rp 100 per liter. “Kalau sudah seperti ini yang berat peternak. Kami biasa membeli susu lewat peloper. Jadi harga beli akan dikenai potongan operasional koperasi dan potongan dari peloper. Pilihan peternak, ya ke pemeliharaan sapi potong,” kata Ketua Koperasi Unit Desa Getasan Joko Hariyanto.
Dia menjelaskan, dengan harga pembelian susu di tingkat koperasi Rp 3.050 per liter, harga riil yang diterima peternak hanya Rp 2.800 per liter. Padahal, untuk pakan saja, peternak harus mengeluarkan lebih dari Rp 20.000 untuk per ekor sapi.
Menurut Ketua Umum GKSI Dedi Setiadi, upaya darurat yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan usaha rakyat ini adalah dengan memberikan stimulus harga.
Disparitas harga beli IPS dengan harga ideal yang layak diterima peternak Rp 500 per kilogram. Produksi rata-rata susu segar nasional per hari 1,4 juta liter, sehingga diperlukan subsidi harga Rp 255,5 miliar per tahun. “Nilai dana stimulus ini kecil dibandingkan kehancuran usaha sapi perah yang sudah dirintis susah payah,” katanya.
Populasi sapi perah di Indonesia saat ini sekitar 380.000 ekor, diusahakan oleh sekitar 127.000 peternak. (MAS/GAL)

Sumber : Kompas