Peternak Masih Waspadai Antraks
Sragen - Dinas Peternakan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, terus melakukan pengobatan terhadap ternak sapi di wilayah tersebut, menyusul ditemukannya kasus antraks di daerah itu. Hari Senin (30/5), petugas menyuntikkan obat antibiotik pada 1.041 ekor sapi milik peternak di tiga dusun di Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.
Selain itu, dinas peternakan setempat juga masih mengisolasi ternak pada daerah-daerah yang terserang antraks, untuk mencegah terjadinya penularan. Sebelumnya, larangan memperjualbelikan ternak hanya dilakukan pada dua desa, yaitu Desa Sambiduwur, Kecamatan Tunun, dan Desa Brojol, Kecamatan Miri, tempat pertama kali kasus antraks ditemukan di Sragen pada 7 Mei lalu.
Namun, saat ini larangan juga diberlakukan pada ternak sapi di Dusun Bulu, Desa Boyong, Kecamatan Miri, dan di Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang. Langkah ini diambil mengingat pada Rabu dan Jumat pekan lalu, kasus antraks kembali ditemukan di kedua desa itu.
Berdasarkan petunjuk Balai Besar Veteriner Yogyakarta, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen, Eka Rini, mengatakan, isolasi dilakukan selama 14 hari pascakejadian terakhir.
Petugas Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Kabupaten Sragen, Agus Toto Tribuono, mengatakan, sesuai penjelasan Balai Besar Veteriner Yogyakarta, Sragen juga dinyatakan endemis antraks. Tahun lalu, kasus serupa ditemukan di wilayah tersebut.
Karena itu, dinas kesehatan terus melakukan pengobatan pada ternak-ternak di wilayah yang terkena antraks. Pengobatan berupa penyuntikan dilakukan sebanyak dua kali, sebelum kemudian dilakukan vaksinasi pada ternak-ternak tersebut. Jumlah ternak sapi pada empat wilayah yang terjangkit antraks diperkirakan sekitar 5.000 ekor.
Sosialisasi juga terus diberikan kepada peternak, agar selalu menjaga kebersihan kandang dan hewan. Dinas Peternakan Sragen pun melakukan upaya memberantas lalat pengisap darah.
Lalat pengisap darah merupakan vektor penular antraks dari satu ternak ke ternak lainnya, melalui gigitan. "Hasil pengamatan saya pada suntikan massal di Desa Brojol hari ini, hal yang banyak perlu diwaspadai adalah banyaknya lalat pengisap darah," katanya.
Sementara itu, warga di Desa Brojol, Kecamatan Miri, sudah mulai tenang, setelah sebelumnya sekitar 13 warga sempat tertular antraks. Kepala Dusun III Rejosari, Desa Brojol, Yoso Purnomo, mengatakan, warganya secara umum sudah tenang. (WIE)
Sumber : Kompas

