kamis, 09 Februari 2012      Login | Register

Perguruan Tinggi Perlu Dilibatkan, Perlu Dilakukan Uji Tantang Untuk Vaksin

JAKARTA, KOMPAS – Lembaga-lembaga penelitian perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, perlu dilibatkan untuk besa memetakan virus flu burung di Indonesia. Pengamat masalah flu burung, dr drh Mangku Sitepu, Jumat (9/1) di Jakarta, menegaskan, “Mengingat terbatasnya kapasitas laboratorium pemerintah, pemetaan hendaknya melibatkan lembaga-lembaga penelitian perguruan tinggi di dalam negeri maupun pihak luar negeri, termasuk Organisasi Kesehatan Hewan Dunia.”

“Kerja sama dengan pihak luar negeri diperlukan untuk mempercepat pengembangan riset flu burung dan saling tukar informasi tentang penluaran virus pada unggas. Kita tidak bisa mengucilkan diri dari dunia internasional karena ini adalah masalah bersama,” kata Mangku. “Kalangan profesi dokter hewan juga harus dilibatkan secara aktif dalam surveilans penularan flu burung pada unggas,” ujarnya menambahkan. Dalam penanggulangan masalah flu burung, para dokter hewan dinilai kurang dilibatkan, padahal mereka memiliki kewenangan medis terkait penanganan flu burung pada unggas.
Sebelumnya, beberapa pihak mendesak dilakukannya pengembangan penelitian vaksin flu burung untuk unggas yang sesuai dengan jenis virus di Indonesia. Hal ini juga harus disertai dengan pemetaan sebaran virus ganas itu di berbagai daerah.
“Jika vaksin tidak sesuai, justru kurang efektif,” ujarnya. Desakan ini menyusul penolakan vaksinasi oleh Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli).
Saat ini sejumlah lembaga penelitian di perguruan tinggi dan perusahaan vaksin multinyasional mengembangkan riset mengenai vaksin flu burung rekombinan hasil rekayasa genetik. “Harus diperiksa stu per satu, mana yang paling cocok membentuk imunitas unggas,” kata Mangku. Dia menambahkan, vaksinansi flu burung seharusnya diikuti dengan uji tantang untuk melihat sejauh mana efektivitas vaksin itu membentuk imunitas unggas terhadap virus flu burung.
Hal senada ditegaskan oleh Tropical Disease Diagnostic Center (TDDC) Universitas Airlangga, Surabaya, drh CA Nidom. Tanpa uji tantang, maka efektivitas vaksin itu dan kemungkinan terjadi mutasi virus sulit diketahui pasti. (EVY)
Sumber : Kompas