Penyebaran Rabies di Bali Terus Meluas
Denpasar - Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan penyebaran rabies makin meluas dan tidak terkendali. Empat daerah ditetapkan sebagai daerah terancam rabies yang butuh penanganan serius mulai dari pemberian vaksin antirabies hingga eliminasi anjing liar. Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Sutedja di Denpasar, Senin (14/9), menegaskan, penyebaran rabies yang berawal dari Badung ini telah diprediksi. Namun, ia tidak menyangka perluasannya begitu cepat dan membawa korban jiwa baru, khususnya di Tabanan.
”Kami segera menyiapkan sekitar 3.850 vaksin antirabies khusus untuk Tabanan. Kami memperkirakan mobilitas anjing semakin tinggi di Bali, termasuk tingginya kegemaran masyarakat terhadap anjing. Kami mencatat masyarakat pemilik anjing ataupun yang tergigit masih memiliki kesadaran rendah akan bahaya rabies,” papar Sutedja.
Ia terus mengimbau masyarakat melalui seluruh dinas di kabupaten/kota agar segera memvaksin anjingnya serta pergi ke dokter ketika digigit anjing. Berdasar catatan, ada 14.700 kasus gigitan anjing; dari angka itu, baru 5.800 vaksin antirabies habis.
Sejak awal tahun ini hingga kemarin, 12 orang meninggal akibat gigitan anjing, tiga di antaranya di Tabanan. Pemerintah Provinsi Bali mengucurkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk penanganan rabies.
Pesimistis 2010 tuntas
Sekretaris Tim Penanggulangan Rabies Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dr Ken Wirasandhi membenarkan kondisi rabies yang merebak kembali, terutama di Tabanan (sebelum itu belum ditetapkan sebagai daerah terancam). ”Perluasannya lebih cepat dari perkiraan,” ujarnya.
Ia pesimistis Pulau Dewata dapat dinyatakan bebas rabies pada tahun 2010. Alasannya, kesadaran masyarakat soal rabies masih rendah. KR (50), warga Kediri, Tabanan, meninggal di Sanglah pada 13 September.
Menurut dr Ken, KR menunjukkan gejala klinis terkena rabies dan pernah digigit anjing peliharaannya dua bulan lalu. KR terlambat ditangani karena keluarga menganggap Tabanan bukan daerah terancam rabies sehingga tidak dibawa untuk divaksinasi. Meski secara klinis KR menunjukkan gejala rabies, dr Ken masih menunggu hasil laboratorium.
Awal tahun lalu, vaksinasi massal di Badung menjangkau 19.000 hewan penular rabies, terutama anjing. Di Kota Denpasar, vaksinasi menjangkau 15.000 ekor (total 34.000 ekor). Diestimasi, hewan penular rabies sekitar 72.000 ekor di Badung dan Denpasar. Eliminasi anjing liar mencapai 1.051 ekor. (AYS)
Ia terus mengimbau masyarakat melalui seluruh dinas di kabupaten/kota agar segera memvaksin anjingnya serta pergi ke dokter ketika digigit anjing. Berdasar catatan, ada 14.700 kasus gigitan anjing; dari angka itu, baru 5.800 vaksin antirabies habis.
Sejak awal tahun ini hingga kemarin, 12 orang meninggal akibat gigitan anjing, tiga di antaranya di Tabanan. Pemerintah Provinsi Bali mengucurkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk penanganan rabies.
Pesimistis 2010 tuntas
Sekretaris Tim Penanggulangan Rabies Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dr Ken Wirasandhi membenarkan kondisi rabies yang merebak kembali, terutama di Tabanan (sebelum itu belum ditetapkan sebagai daerah terancam). ”Perluasannya lebih cepat dari perkiraan,” ujarnya.
Ia pesimistis Pulau Dewata dapat dinyatakan bebas rabies pada tahun 2010. Alasannya, kesadaran masyarakat soal rabies masih rendah. KR (50), warga Kediri, Tabanan, meninggal di Sanglah pada 13 September.
Menurut dr Ken, KR menunjukkan gejala klinis terkena rabies dan pernah digigit anjing peliharaannya dua bulan lalu. KR terlambat ditangani karena keluarga menganggap Tabanan bukan daerah terancam rabies sehingga tidak dibawa untuk divaksinasi. Meski secara klinis KR menunjukkan gejala rabies, dr Ken masih menunggu hasil laboratorium.
Awal tahun lalu, vaksinasi massal di Badung menjangkau 19.000 hewan penular rabies, terutama anjing. Di Kota Denpasar, vaksinasi menjangkau 15.000 ekor (total 34.000 ekor). Diestimasi, hewan penular rabies sekitar 72.000 ekor di Badung dan Denpasar. Eliminasi anjing liar mencapai 1.051 ekor. (AYS)
Sumber : Kompas

