Pemerintah memerintahkan eliminasi anjing liar
Bali - Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah memerintahkan masyarakat Bali untuk melaksanakan eliminasi masal anjing liar di pulau tersebut untuk membantu pemerintah dalam mencegah wabah rabies. Perintah tersebut dibuat pada hari Sabtu sebagai tanggapan atas meninggalnya empat orang yang dipercaya diakibatkan oleh rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing di desa Ungasan, Uluwatu. Sampai hari Jumat, 17 ekor anjing liar dan peliharaan telah dibunuh menggunakan suntikan mematikan oleh yayasan Yudhistira Swarga yang bergerak di bidang kesejahteraan anjing liar, sementara 76 penduduk Ungasan yang telah digigit anjing sudah divaksinasi oleh petugas Dinas Kesehatan Badung.
“Para penduduk bisa langsung mengambil inisiatif untuk membunuh anjing liar. Jika eliminasi masal anjing seluruhnya tergantung pada petugas dinas, akan terlalu lama,” kata Pastia saat sesi open house dengan masyarakat Bali.
Keberadaan anjing liar di jalanan, katanya, telah mempercepat penyebaran virus rabies yang mematikan itu.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa empat orang - dua dewasa dan dua anak-anak - telah meninggal akibat gigitan anjing, tetapi masih belum jelas apakah karena rabies atau bukan.
“Tetapi ada indikasi bahwa keempat orang tersebut telah meninggal akibat gigitan dari anjing yang terinfeksi rabies. Jadi kita harus menanggapinya secepat mungkin untuk menghambat penyebaran penyakit tersebut,” kata Pastika yang menambahkan bahwa rabies hanya dapat dikendalikan dengan mengeliminasi anjing liar.
Gubernur juga menghimbau pemilik anjing untuk memperhatikan kesehatan peliharaannya dan tidak membiarkan anjingnya bermain dengan anjing liar.
“Anjing-anjing peliharaan telah diperiksa kesehatannya untuk mengetahui apakah sehat atau terinfeksi rabies.”
Pastika memerintahkan petugas pelabuhan untuk memperketat pemeriksaan terhadap semua yang masuk ke Bali untuk mencegah masuknya anjing secara ilegal dari pulau lain. Dia percaya bahwa infeksi rabies yang terjadi merupakan akibat dari penyelundupan anjing ke Bali dari pulau lain.
Selain anjing, Pastika juga mengharuskan pengawasan ketat terhadap masuknya hewan lain ke Bali seperti monyet dan kucing yang dapat menularkan penyakit ke manusia. (Ni Komang Erviani)
Sumber : The Jakarta Post

