Pemerintah Luncurkan Pedoman Penanggulangan Flu Burung Nasional
Jakarta, 18/4 (ANTARA) - Pemerintah meluncurkan Pedoman Nasional Kesiapsiagaan dan Respon Menghadapi Pandemi Influenza (National Pandemic Preparedness and Response Plan/NPPRP) untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat penularan flu burung antar manusia. Peluncuran dokumen yang berisi pedoman bagi semua instansi dan lembaga terkait itu dilakukan di Jakarta, Jumat, bersamaan dengan pengumuman pelaksanaan simulasi penanggulangan flu burung di Kabupaten Jembrana, Bali, pada 25-17 April mendatang.
Bayu Krisnamurthi, Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FPBI), menjelaskan dokumen itu disusun Komnas FPBI melalui diskusi panjang dengan para pakar kesehatan nasional dan internasional, perwakilan pemerintah dan perwakilan dari badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Kami meluncurkan pedoman kesiapsiagaan edisi Maret 2008. Ini adalah dokumen hidup, artinya akan terus disempurnakan lagi sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang," katanya serta menambahkan simulasi di Jembrana antara lain dilakukan untuk menguji pedoman tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan, pedoman tersebut antara lain berisi perkiraan dampak pandemi influenza dan skenario penanganannya.
Menurut perkiraan, katanya, bila suatu saat nanti pandemi influenza terjadi di Indonesia maka jumlah penduduk yang tertular secara klinis sebanyak 66 juta jiwa (30 persen) dari populasi, yang dirawat jalan 33 juta orang, yang dirawat di rumah sakit 633.600 orang, yang butuh perawatan di unit perawatan intensif 95.040 orang, yang butuh dukungan alat bantu pernafasan 47.520 orang dan yang meninggal dunia 153.120 orang.
"Kita menyiapkan dua skenario penanganan yakni jika episenter terjadi di sini ataupun di luar negeri. Dalam hal ini instansi yang memegang peran kunci adalah Depkes dan Pemda, sementara otoritas untuk menetapkan status pandemi dan respon awal di tangan Menteri Kesehatan," katanya. Ia menambahkan, skenario itu dibuat dengan mengacu pada perhitungan tingkat keparahan dampak pandemi flu Asia dan flu Hongkong 1968.
Dijelaskan pula bahwa penyiapan pedoman dan pelaksanaan simulasi penanggulangan pandemi dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pihak, termasuk masyarakat, dalam mencegah dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya pandemi influenza di Indonesia.

