Senin, 06 September 2010      Login | Register

Kondisi Pasar Unggas di Tangerang Mengkhawatirkan

TANGERANG (SINDO) – Duta Besar Amerika Serikat Cameron R Hume menyatakan, kondisi Pasar Unggas Gerendeng di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci sangat mengkhawatirkan karena rentan terjadi kontak antara unggas dan manusia. Pasar Unggas Gerendeng tidak layak dioperasikan karena lokasinya persis di tengah kawasan permukiman penduduk dan bersebelahan dengan rumah sakit. Terlebih lagi, aktivitas pemotongan unggas juga dilakukan langsung di pasar tersebut. Ke depan, Cameron berharap pemerintah daerah terkait dapat segera merelokasi pedagang di pasar itu ke pasar modern. ”Pasar ini tidak layak dioperasikan.

Pemerintah harus secepatnya merelokasi pedagang ke pasar modern,” kata Cameron seusai memantau pasar tersebut kemarin. Kedatangan Cameron ini untuk meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan dan penjualan unggas di wilayah tersebut. Ini terkait dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat memberikan sumbangan dana USD1,5 juta untuk penanggulangan virus flu burung (avian influenza/AI) ke Kota dan Kabupaten Tangerang. Kepala Subdinas Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kondisi yang ada di Pasar Unggas Gerendeng.
”Pasar tersebut termasuk dalam pasar yang akan ditata pemkot,” kata Liza. Liza menambahkan, Pemkot akan menata sejumlah tempat penjualan unggas hidup. ”Penjualan unggas hidup menyebabkan adanya kontak antara unggas dan manusia,” lanjutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Tangerang Didi Aswadi mengatakan, pihaknya membutuhkan dana besar untuk mengendalikan flu burung.
Saat ini, diakuinya, langkah penanggulangan yang dilakukan Distanak masih menemui banyak kendala. Salah satunya ketersediaan vaksin. ”Kami hanya memiliki satu juta vaksin, sedangkan vaksin yang dibutuhkan sebanyak sebelas juta,” kata Didi. (denny irawan)