Hewan Kurban Dijamin Sehat
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjamin hewan kurban yang masuk Jakarta bebas dari antraks dan penyakit lainnya karena sudah melalui proses pemeriksaan yang ketat. Pemerintah provinsi DKI juga telah berkoordinati dengan bupati dan walikota daerah-daerah yang memasok hewan kurban ke Jakarta. “Selain di Jakarta, pemeriksaan juga dilakukan di daearh asal sebelum hewan tersebut dikirim ke Jakarta. Tidak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan di wilayah perbatasan Jakarta dengan Tangerang, Bogor, Bekasi, atau Depok,” kata Fauzi Bowo kepada wartawan jam 08.30 WIB pagi ini.
Pemeriksaan hewan kurban, lanjut beliau, dilakukan oleh sekitar 2,817 petugas dari berbagai kantor dinas yang ditugaskan sebagai petugas pengawas perdagangan hewan kurban di DKI. Gubernur Fauzi Bowo mengakui bahwa hingga sekarang dia belum menerima laporan apapun mengenai hewan yang terinfeksi anthrax. “Kami telah berkoordinasi dengan daerah pemasok untuk hewan kurban ini.”
“Kami juga memeriksa dokumen mereka, dari jumlah hewan yang dikirim hingga ke surat keterangan kesehatan hewan (SKKH),” kata Fauzi. Lebih lanjut katanya terdapat sekitar 1,00 lokasi perdagangan hewan kurban yang tersebar di lima wilayah di DKI Jakarta. Selain memeriksa hewan, para petugas juga ditugaskan untuk menertibkan lokasi dagang yang terletak di pinggir jalan. “Tempat semacam itu tidak diperuntukkan untuk dagang hewan karena akan mengganggu lalu lintas,” katanya.
Bila nanti ditemukan hewan yang berpenyakit, katanya, maka petugas berwenang akan segera mengisolasi lokasi tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit ke hewan lainnya. Semua petugas akan dilengkapi dengan surat resmi dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. “Ini berarti bahwa petugas yang ditempatkan di lokasi perdagangan hewan kurban memiliki wewenang penuh untuk memeriksa hewan secara menyeluruh,” katanya. Terkait harga hewan kurban, pemerintah telah menetapkan batasannya. Fauzi menyatakan bahwa pemerintah akan secara khusus mengawasi harga hewan kurban.
Karena itu dia berharap agar masyarakat tidak khawatir dengan peningkatan harga hewan kurban yang tidak wajar di Jakarta. Pemerintah, kata Fauzi, juga akan melakukan operasi pasar jika dibutuhkan. Proses pengawasan akan dilakukan tiga kali sehari. “Kami telah memeriksa pasar hewan. Harganya masih masuk akal.”
“Kami akan melaksanakan operasi pasar jika dibutuhkan,” katanya. Harga hewan kurban yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta bervariasi, tergantung dari ukuran hewan. Tetapi perkiraan harga kambing dan domba adalah Rp. 600.000,- hingga Rp. 1.500.000,- per ekor. Sementara untuk harga sapi adalah Rp. 21.000,- hingga Rp. 23.000,- per kilogram berat badan (hidup) dan harga kerbau adalah Rp. 20.000,- hingga Rp. 21.000,- per kilogram berat badan (hidup). Sementara itu Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan DKI Jakarta Edy Setiarto mengatakan bahwa perlindungan terhadap hewan kurban berpenyakit telah dilakukan sejak sebulan lalu.
Pemeriksaan hewan kurban juga melibatkan dokter hewan. Untuk lokasi perdagangan hewan kurban yang telah diperiksa, katanya, mereka akan memberikan tanda khusus agar masyarakat dapat pergi membeli hewan kurban mereka dengan tenang. Beliau juga menghimbau masyarakat untuk menanyakan dokumen resmi milik pedagang.
Hal ini karena setiap pedagang hewan kurban di Jakarta harus memiliki dokumen resmi yang menjamin bahwa hewan mereka telah diperiksa. Edy menjelaskan bahwa sejak beberapa hari lalu hewan kurban sudah mulai berdatangan ke Jakarta. Meskipun demikian, jumlah mereka masih dalam jangkauan sehingga petugas masih memiliki waktu untuk memeriksa semuanya.
Sumber : Sindo

