Hewan Kurban dari Bogor Ditolak
JAKARTA(SINDO) – Suku Dinas Peternakan Jakarta Pusat menolak kehadiran hewan kurban yang berasal dari daerah endemik antraks, salah satunya Bogor.
Penolakan ini dilakukan guna menghindari penyebaran virus tersebut masuk ke wilayah Jakarta Pusat. Kasie Keswan dan Veteriner Sudin Peternakan,Perikanan, dan Kelautan Pemkot Jakarta Pusat Imam Suhardi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh hewan kurban yang masuk ke Jakarta Pusat.
Pengawasan tersebut terutama untuk hewan kurban yang berasal dari daerah endemik penyakit antraks. ”Untuk hewan kurban dari daerah endemik, tentunya akan kita tolak, seperti dari Bogor,” kata Imam Suhardi, kemarin. Imam mengaku, selain memperketat pengawasan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang akan diperjualbelikan.
Misalnya, pemeriksaan sampel darah apakah hewan tersebut terjangkit penyakit antraks atau tidak. Dia mengaku, umumnya hewan kurban yang diperjualbelikan di Jakarta Pusat berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
”Jumlah hewan kurban yang masuk ke sini diperkirakan mencapai seribu ekor untuk sapi dan delapan ribu ekor kambing,”ungkapnya. Selain melakukan pemeriksaan terhadap sampel darah hewan kurban, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap izin masuknya hewan tersebut.
Hal senada juga dikatakan Kasudin Perternakan,Perikanan, dan Kelautan Pemkot Jakarta Barat Chaidir Taufik. Menurut dia, pihaknya akan memperketat pengawasan dan menolak hewan yang berasal dari daerah endemik penyebaran penyakit antraks seperti Bogor. ”Kalau dari daerah lain, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, kecil kemungkinan hewan terkena antraks,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan memperketat pengawasan dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan yang masuk. ”Seluruh hewan yang masuk akan dicek terlebih dahulu kesehatannya,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi penyakit antraks, saat ini Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kab Bogor sedang menjalankan program vaksinasi massal terhadap hewan kurban yang ada di daerah endemik antraks, yakni di 9 kecamatan di Kab Bogor rawan penyakit antraks.
Kasie Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Agrobisnis Kota Bogor drh Arief Mukti mengatakan, mendekati Idul Adha, pihaknya akan melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan bagi hewan kurban. (sucipto/haryudi)
sumber : kompas

