Gigitan Anjing Naik Dua Kali Lipat
Denpasar - Pemerintah hanya bisa cuap-cuap, sudah melakukan penanganan rabies. Namun apa kenyataannya, jangankan bebas rabies tahun 2012. Saat ini malah gigitan anjing melonjak hingga dua kali lipat perharinya. Akibatnya, dana yang tersedot mencapai Rp 2,7 miliar setiap bulan untuk pengadaan VAR. Tapi, hal ini menurut Kepala Dinas Peternakan Bali, Nyoman Sumantra karena kesalahan masyarakat.
Kadis Kesehatan Bali, dr Nyoman Sutedja menjelaskan data di rumah sakit hingga saat ini, rata - rata gigitan anjing perhari mencapai 165 orang per hari. "Luar biasa naiknya, kalau tahun 2009 rata - rata 85 orang digigit anjing per hari di Bali. Sekarang rata-rata perhari mencapai 165 orang digigit anjing, per hari lho," sebut Sutedja saat diwawancarai Radar Bali.
Sutedja mengatakan rata - rata jumlah gigitan anjing naik sampai 2 kali lipat lebih ini, sejak Januari 2010 sampai saat ini. Sutedja mengatakan dengan rata - rata gigitan anjing 85 orang per hari tahun 2009, total hingga akhir tahun 2009 orang digigit anjing mencapai 24 ribu. Namun apa yang terjadi saat ini, baru bulan Juni saja sudam mencapai 30.450 gigitan anjing. "Baru sampai bulan Juni saja sudah melebihi gigitan anjing tahun 2009. Bayangkan sampai 30.450 gigtan anjing," kata Sutedja.
Dengan kondisi ini Pemprov yang sudah siap vaksin 8 ribu, yang didapatkan dari pengadaan Kabupaten/Kota 2 ribu, 3 ribu Pemprov dan 3 ribu lagi dari pusat. Namun dengan kondisi ini VAR sudah kurang di Bali. "Sehingga sempat ada kekosongan VAR di Bali," kata pria dengan lesung pipit ini.
Berapa nyawa melayang dari rabies? Sutedja mengatakan total orang mati dengan riwayat gigitan anjing mencapai 74 orang di Bali semenjak dinyatakan KLB rabies dari tahun lalu. Dari jumlah ini dipastikan lewat tes cairan otaknya 35 orang mati positif rabies. "Uji lab tidak bisa dilakukan untuk semua korban. Sebab ada korban yang sudah kadung dikubur. Tapi yang riwayat gigitan anjing 74 orang meninggal," jelasnya.
Atas kondisi ini Anggota Komisi IV DPRD Bali Ketut Mandia meminta agar ada langkah serius dari Dinas Peternakan Bali. Lantaran urusan rabies dibagi dua. Dalam posisi di anjingnya atau HPR (hewan penyebar rabies) tugasnya Disnak. Dinas Kesehatan ada pada penanganan manusianya.
"Kok bisa malah gigitan anjing naik sampai 2 kali lipat, padahal anggaran malah sudah diberikan lebih dalam urusan rabies. Kalau semakin tinggi gigitan anjing, semakin tinggi peluang kena rabies," tandas politisi asal Klungkung ini.
Mandia mengatakan dengan kondisi seperti ini, harus dievaluasi kinerja Kadis Peternakan Bali Nyoman Sumantra itu. Mandia mengatakan gigitan anjing tinggi sampai 165 orang perhari jadi korban anjing, sudah indikasi kegagalan Dinas Peternakan dalam urusan rabies. "Sudah harus dievaluasi itu Kadisnya, kok bisa gigitan anjing mengganas. Katanya sudah mengambil langkah penanganan, mestinya menurun dong," sodok Mandia.
Dikonfirmasikan ke Kadis Peternakan Bali Nyoman Sumantra, malah dengan enaknya berkilah atas kondisi ini. Dia malah menyalahkan masyarakat yang tidak tanggap dalam masalah ini. Dia mengatakan masyarakat kerap tidak di rumah kalau ada petugas melakukan vaksin. "Kami sulit, masyarakat kerap tidak ada di rumah kalau petugas melakukan vaksin. Sekarang terserah masyarakat, kalau memang mau vaksin silahkan hubungi kami. Kami siap melakukan vaksin kapan pun pada anjing," kata Sumantra malah mengkambinghitamkan masyarakat.
Dia juga mengatakan masyarakat juga terlalu ketakutan. Belum pasti anjingnya rabies, langsung minta vaksin sampai 3 kali. Ya semua masyarakat ingin aman kan dari pada mati? Ditanya seperti itu, dia malah mengatakan mestinya vaksin dulu sekali. Kemudian jika anjingnya tidak mati dalam dua minggu, berarti aman dari rabies. "Tidak usah lagi minta VAR. Ini yang membuat jumlah gigitan terlihat besar lantaran semua minta VAR," kelitnya aneh.
Dewan menyodok Anda tidak berhasil dalam urusan rabies ini? Ditanya seperti itu kembali dia mengatakan, kembali dia menyalahkan masyarakat. Bahkan ketika ditanya tanggung jawab memberikan pengertian ke masyarakat kan dari pemerintah? Dia tetap mengatakan siap melakukan vaksinasi jika masyarakat siap dan mau mengundang. Agar tidak rugi turun ke masyarakat. (art)
Sumber : Radar Bali

