Rabu, 23 Mei 2012      Login | Register
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.
  • : Function split() is deprecated in /home/sloki/user/t56250/sites/civas.net/www/sites/all/modules/i18n/i18nstrings/i18nstrings.module on line 617.

FAO Memperingatkan Meningkatnya Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku

FMD outbreak in japan and korea FAO menghimbau meningkatkan surveilans internasional untuk Penyakit Mulut dan Kuku menyusul merebaknya penyakit ini di Jepang dan Korea Selatan.
“Kami khawatir, karena biosekuriti yang begitu ketat di kedua negara dapat ditembus, yang mengarah pada adanya infeksi skala besar di daerah sumber penyakit, kemungkinan besar di Asia Timur,” kata Chief Veterinary Officer FAO Juan Lubroth.
“Dalam sembilan tahun terakhir, masuknya PMK ke dalam negara-negara bebas seperti Jepang dan Korea Sleatan adalah sangat jarang. Jadi adanya tiga kali kejadian penyakit dalam waktu empat bulan sangat mengkhawatirkan,” katanya.

“Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah ada kemungkinan akan terjadi lagi wabah FMD transkontinental tahun 2001 yang menyebar ke Afrika Selatan, Inggris, dan Eropa setelah sebelumnya merebak di Jepang dan Korea Selatan,” kata Lubroth.

Kerugian Milyaran Dolar
Wabah PMK tahun 2001 telah menyebabkan kerugian hingga 8 miliar pound (lebih dari 12 miliar dolar) bagi pertanian, perdagangan ternak, dan pariwisata di Inggris. Lebih dari 6 juta domba dan sapi Inggris dieliminasi untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
Awal bulan ini pihak berwenang di Jepang mengkonfirmasi adanya wabah virus PMK tipe “O”. Tipe ini lebih umum ditemukan di negara-negara Asia yang endemis PMK. Pada bulan Januari terjadi wabah PMK tipe “A” yang sifatnya lebih langka di Korea Selatan, kemudian di bulan April terjadi kembali wabah PMK tetapi oleh tipe “O”.
Sejauh ini Jepang telah mengeliminasi 385 ekor ternak, terdiri dari kerbau, sapi, dan babi sebagai tindakan awal terhadap wabah dan Korea Selatan telah mengeliminasi lebih dari 3500 ternak, terutama babi.

Kerugian Akibat Wabah
“Wabah sekecil apapun yang terjadi pada negara bebas PMK dapat menyebabkan kerugian hingga jutaan dolar akibat menutupnya pasar global dan pelaksanaan tindakan pengendalian penyakit,” kata Lubroth.
Jalur masuknya virus belum teridentifikasi, tetapi para ahli mengatakan adalah mungkin bahwa infeksi terjadi melalui pakan yang berasal dari limbah makanan, dimana ternak babi diberi makan daging sisa. Pemahaman mengenai bagaimana penyakit dapat menembus biosekuriti yang ada sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
“Saat ini kami menganggap semua negara berisiko terinfeksi dan menganjurkan untuk memeriksa kembali semua tindakan pencegahan dan kapasitas respons yang ada,” kata Lubroth.

Peningkatan Surveilans
Pengetatan biosekuriti akan meliputi memeriksa kembali semua jalur masuk penyakit yang mungkin dan tindakan penanggulangannya, meningkatkan kesadaran akan PMK oleh semua pihak untuk membantu pelaporan dini, dan melakukan pemeriksaan yang lebih ketat di pelabuhan dan bandara.
Penyakit Mulut dan Kuku merupakan penyakit yang bersifat sangat menular yang menyerang hewan berkuku seperti sapi, domba, kambing, dan babi. Penyakit ini menyebabkan demam tinggi dan lesio yang khas pada mulut dan kaki hewan. Manusia tidak akan sakit oleh penyakit ini.

Sumber : FAO