Dua Kerang Raksasa ditemukan di Sulawesi, Tunggu Verifikasi Ilmiah
Konawe - Dua spesies kerang raksasa alias kima langka ditemukan di perairan Sulawesi Tenggara. Jika terverifikasi, temuan ini menjadikan Indonesia satu-satunya negara tempat habitat hidup semua sembilan spesies kima di dunia.
Kedua spesies baru itu adalah Tridacna tevoroa dan Tridacna rosewateri yang ditemukan dan diidentifikasi oleh kelompok swadaya Konservasi Taman Laut Kima Toli-Toli di Kecamatan Lalonggasumeeto, Konawe, Sulawesi Tenggara.
Sementara jenis kima yang selama ini diketahui hidup di perairan Indonesia adalah Tridacna gigas, T. maxima, T. derasa, T. squamosa, T. crocea, Hippopus hippopus, dan Hippopus porcellanus. Ketujuh jenis kima itu masuk kategori satwa yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Setelah melakukan riset melalui berbagai sumber internet dan publikasi penelitian ahli kelautan dunia, Habib menyimpulkan, ciri kedua kima serupa dengan spesies Tridacna tevoroa dan Tridacna rosewateri. Selama ini, T. tevoroa hanya ditemukan di Kepulauan Fiji dan Tonga di Pasifik. Adapun T. rosewateri hanya ditemukan di Mauritius dan Madagaskar. Belum tahu bagaimana mereka bisa ditemukan di perairan Sulawesi.
Temuan tersebut menunggu verifikasi ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai otoritas berwenang, sekaligus mendorong pemberian status perlindungan.
"Lembaga yang berwenang dan kompeten memverifikasi dua spesies kerang itu adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," kata Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara Priehanto di Kendari, Selasa (5/7).
Kima merupakan kerang laut besar, ukurannya bervariasi mulai dari sekepal tangan orang dewasa hingga mencapai panjang 1,3 meter dan berat 250 kg. Populasi kima kian langka akibat perburuan besar-besaran sebagai makanan dan hiasan. (Tri Wahono|ENG)
Sumber : Kompas (edited & merged)

