Brasil Siap Ekspor Sapi dan Daging ke Indonesia
Jakarta - Kementerian Pertanian tampaknya mulai melirik alternatif sumber protein hewani dari negara lain di tengah terhentinya keran ekspor sapi bakalan Australia.
Kementerian Pertanian telah mengadakan pertemuan dengan tiga negara yakni New Zealand, Brasil, dan Kanada. Tujuannya mengeksplorasi peluang kerja sama peternakan, khususnya daging dan sapi.
Selain itu, pemerintah memeriksa status penyakit ternak di tiga negara tersebut, seperti monitoring terhadap penyakit ternak, sistem ekspor yang diberlakukan, negara-negara mitra ekspor, dan kesediaan menjalin kerja sama dengan Indonesia.
"Di antara ketiganya, Brasil berpeluang besar mengekspor ke Indonesia," ungkap Kepala Badan Karantina Kementan Banun Hapsari, Rabu (15/6).
Menurut Banun, Brasil memang negara yang belum sepenuhnya terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun itu berdasarkan sistem country base. Sedangkan berdasarkan sistem zone base, beberapa wilayah di Brasil sudah terbebas PMK.
Bahkan ada beberapa wilayah yang terbebas PMK tanpa vaksinasi. Buktinya, Brasil sukses menjadi mitra ekspor sapi beberapa negara besar di dunia, seperti Singapura, China, India, Argentina, hingga Uruguay.
Brasil sudah menerapkan sistem “karantina pulau”, yaitu mengisolasi hewan ternaknya di suatu wilayah untuk memastikan ternak-ternak terbebas dari PMK.
New Zealand juga berpeluang menjadi negara impor sapi Indonesia. Namun, beberapa tahun terakhir negara tersebut membatasi impor daging sapi, bukan sapi hidup.
Keputusan tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintahan New Zealand. Namun, lanjut Banun, New Zealand menyanggupi berapapun jumlah impor daging yang diinginkan Indonesia dari negara tersebut.
Kanada menjadi alternatif kedua. Negara besar di benua Amerika tersebut menyanggupi impor sapi hidup ke Indonesia. Kanada bahkan sudah menerapkan subsidi khusus pengangkutan sapi ke negara-negara mitra ekspornya. (*Daniel Wesly Rudolf/OL-9)
Sumber : Media Indonesia

