Jumat, 10 Februari 2012      Login | Register

Barantan dan Australia Perketat Pengawasan Pengiriman Hewan

TANGERANG (SINDO) – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Departemen Pertanian dan Kedutaan Besar Australia kemarin menggelar kampanye penguatan pengawasan lalu lintas pengiriman hewan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kepala Barantan Departemen Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, kampanye tersebut untuk mengurangi risiko penularan virus flu burung. ”Untuk itu, kita perketat pengawasan lalu lintas hewan,” kata Syukur kemarin. Sepanjang 2007 hingga kuartal I/2008, Barantan berhasil memeriksa 164.385.549 hewan yang akan dilalulintaskan di titik jalur transportasi seperti pelabuhan, bandara, dan terminal bis.

Menurutnya, sebagai negara terdekat dari Indonesia, pemerintah Australia khawatir terhadap penyebaran virus flu burung ke negaranya. ”Karena itu, kedua negara sepakat membuat program Indonesia Quarantine Strengthening Program (ISQP),” lanjutnya. Program ini adalah upaya kemitraan antara Barantan dengan Australian Quarantine and Inspection Service (Aqis).
Lebih lanjut Syukur mengatakan, Australia memang sangat konsen dengan penularan virus flu burung. ”Kita akui Badan Karantina Indonesia banyak belajar dari negara tersebut,” terangnya. Dalam kesempatan itu, perwakilan Kedutaan Besar Australia meninjau lokasi karantina hewan seperti kuda, anjing, ayam, dan kucing yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.
Counselor Development Corporation Ausaid Kedutaan Besar Australia Cilla Ballard mengatakan, lokasi karantina hewan di Bandara Soekarno-Hatta bersih dan perlakuan terhadap hewan sangat baik. ”Ini permulaan yang bagus untuk kampanye,” terangnya.
Menurut Cilla, Australia telah memberikan bantuan uang tunai sebesar 30 juta dolar Australia untuk program penguatan karantina dan pencegahan penularan virus flu burung di Indonesia. Ditanya soal program ISQP karena kekhawatiran Australia, dirinya mengaku sebenarnya ini inisiatif Indonesia. ”Negara ini memiliki perhatian yang baik pada hewan, dan kami sangat tertarik melindungi lalu lintas perbatasan negara ini,” tegasnya. (denny irawan)