Badung Geger Rabies, Satu Warga Kedonganan Kemarin Tewas
Denpasar - Lagi-lagi pasien positif rabies dilaporkan meninggal dunia. Setelah kasus pasien positif rabies meninggal di Tabanan, kini kasus yang menakutkan masyarakat itu bergeser ke kabupaten Badung. Seorang pasien rabies, Wayan Masri, 54 asal Kelurahan Kedonganan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dinyatakan positif rabies. Sehari setelah dirawat intensif di sal isolasi Nusa Indah, jiwanya tidak tertolong lagi. Sektretaris Penanggulangan Rabies RS Sanglah, IGB Ken Wirasandhi saat dikonfirmasi Kamis (8/10) kemarin membenarkan hal itu.
Dia menambahkan, pasien masuk rumah sakit dengan gejala klinis suspect rabies, Kamis (8/10) pagi kemarin. Begitu tiba, pasien langsung dibawa ke sal khusus Nusa Indah RS Sanglah. Diagnosa pada pasien tersebut, menderita suspect enchepalitus atau radang otak. Namun hanya beberapa jam mendapat perawatan di ruang isolasi yang terkenal dalam menangani kasus penyakit khusus tersebut, pasien tersebut tidak bisa diselamatkan.
Memang diakui Ken, sebelumnya pasien ini memang ada riwayat pernah digigit anjing di rumahnya di kelurahan Kedonganan. Hal itu terjadi kira-kira dua bulan lalu. Namun tidak diperoleh informasi rinci bagaimana sampai kaki kanan pasien tersebut sampai digigit anjing. Pada pasien juga ditemukan gejala klinis pasien rabies seperti fobia cahaya dan gangguan neulrolis sudah muncul. Pihak tim dokter sendiri baru mengambil sampel di otak almarhum. "Jadi kami masih menunggu hasilnya," demikian Ken.
Sementara itu, pantauan di kamar jenazah sore kemarin, tidak seorang pun keluarga korban positif rabies tampak di sana. Mereka sudah meninggalkan kamar jenazah sore kemarin. Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas di kamar jenazah RS Sanglah, jasad korban sudah diambil pihak keluarga. Begitu meninggal, jenazah sempat dititipkan beberapa jam. Tetapi langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka. "Jenazah sudah diambil hari ini," demikian petugas di kamar jenazah. (kam)
Sumber : jawapos

