Jumat, 10 Februari 2012      Login | Register

Badak Terlangka Dunia Terekam dalam Video untuk Pertama Kalinya di Indonesia

Jakarta - Badak terlangka dunia telah berhasil direkam dalam video menggunakan kamera video khusus yang ditempatkan dalam hutan di pulau Jawa, Indonesia, kata sebuah kelompok lingkungan internasional pada hari Kamis. Seekor badak betina ditemani dengan seekor anak badak tampak menerjang kamera yang ditempatkan di Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di tepi barat pulau Jawa kata World Wide Fund for Nature (WWF) melalui DPA. “Sangat jarang kita bisa melihat badak Jawa langsung dalam hutan,” kata Adhi Rachmat Hariyadi yang memimpin proyek WWF-Indonesia di Ujung Kulon.

“Perangkap video inframerah yang diinduksi oleh gerakan ini sangat berguna untuk mengamati badak dan cara mereka berinteraksi dengan habitat secara lebih rinci.”

Agus Priambudi, Kepala Taman Nasional Ujung Kulon menyambut baik penemuan terbaru ini dan menyatakan bahwa ini dapat memberikan informasi yang rinci mengenai badak terlangka dunia ini. “Kami terpacu oleh hasil awal dari video ini dan berharap data ini dapat membantu pihak taman nasional dalam memahami lebih baik dinamika populasi dan perilaku badak Jawa dan membantu mengatasi ancaman-ancaman terhadap populasi ini dengan cara yang lebih ilmiah,” kata Agus.

Badak Jawa hanya ditemukan di dua tempat di dunia: Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat dan satu daerah di Vietnam.

Para ilmuwan memprediksi hanya sekitar 60 ekor badak Jawa yang tersisa di Indonesia, atau sekitar 90 persen dari keseluruhan populasi.

Berbagai usaha sedang dilaksanakan untuk menambah kelompok badak Jawa dengan memindahkan beberapa ekor dari Ujung Kulon ke tempat lain yang sesuai, hal ini dilakukan untuk melindungi spesies dari kepunahan yang bisa diakibatkan oleh penyakit atau bencana alam lainnya, kata para ilmuwan.

Susie Ellis dari International Rhino Foundation menyatakan dirinya yakin bahwa data yang dihasilkan dari perangkap video ini sangat penting dalam perencanaan ujicoba relokasi badak di tahun-tahun mendatang. “Identifikasi individu badak dan pemahaman akan peran mereka dalam populasi akan sangat berharga dalam mencapai usaha relokasi yang sukses,” kata Ellis. (*)

Sumber : Antara