Rabu, 08 Februari 2012      Login | Register

Badak Sumatera di Suaka Rhino Sumatera Akhirnya Bunting

Satwa terancam punah, Badak Sumatera, di Suaka Rhino Sumatera (SRS), Lampung Timur, Sumatera diperkirakan akan melahirkan pada bulan Mei tahun depan. Badak ini akan melahirkan anak badak ke-empat yang dilahirkan dalam penangkaran setelah seabad lamanya, ungkap seorang peneliti.
Induk badak, Ratu, merupakan badak liar yang lahir di Indonesia. Ratu dikawinkan dengan pejantan Andalas yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati di Amerika. Sembilan tahun lalu Andalas dilahirkan sebagai badak ketiga yang lahir dalam penangkaran dalam 112 tahun terakhir, kata Susie Ellis, direktur eksekutif International Rhino Foundation (IRF).
Anak badak yang baru diperkirakan akan lahir di SRS pada 11 Mei 2011 setelah 15 bulan kehamilan, kata Ellis.

Badak Sumatera merupakan spesies badak terkecil di dunia dengan tinggi bahu hanya 120 hingga 145 sentimeter.
Andalas dipindahkan dari Kebun Binatang Los Angeles, Amerika, dimana dia tumbuh dewasa, ke SRS dimana dia secara bertahap diperkenalkan ke pasangannya.
Populasi Badak Sumatera di alam liar telah berkurang hingga separuhnya dalam 15 tahun terakhir dan sekarang hanya tersisa sekitar 200 ekor, kata Ellis. Sejumlah 10 ekor badak lagi berada dalam penangkaran, termasuk 5 ekor di lahan seluas 100 hektar milik SRS yang didanai oleh IRF.
”Adanya populasi badak dalam penangkaran tidak hanya menjadi semacam jaminan bagi populasi badak di alam liar, tetapi juga dapat digunakan untuk mempelajari kondisi biologi dasar dari spesies tersebut, yang harus dipahami bila ingin menyelamatkan Badak Sumatera,” kata Ellis.
Menurut IRF hanya 24.500 ekor badak hidup di alam liar dan 1.250 ekor hidup di penangkaran secara global.