Jumat, 10 Februari 2012      Login | Register

Anjing rabies membunuh murid di Flores

KUPANG, Nusa Tenggara Timur: Eston Lalu Djone, 8 tahun, murid Sekolah Dasar Katolik Ende III di Ende, Nusa Tenggara Timur, telah meninggal setelah digigit oleh anjing yang diduga rabies pada bulan September. Sudah terdapat 135 korban manusia di provinsi tersebut selama 10 tahun terakhir, dengan 3 korban tahun ini. “Keluarga korban mengatakan bahwa Eston telah digigit pada bulan September,” kata Yosep Deo dari Dinas Kesehatan Ende. “Pada saat itu korban tidak menerima perawatan apapun seperti serum anti-rabies atau vaksinasi di puskesmas setempat atau rumah sakit.”

Yosep mengatakan Eston kemudian menerima vaksinasi, tetapi pasa saat itu dia sudah dalam fase kritis. “Eston sudah memasuki fase empat saat dia dibawa ke rumah sakit. Dia sudah takut air, angin dan cahaya, persis seperti orang yang terinfeksi rabies,” kata Yosep.
Dia mengatakan bahwa sekitar 50,000 dari 200,000 anjing di Flores, dimana kabupaten Ende berada, dan kepulauan Lembata belum divaksinasi.
Rabies adalah penyakit virus akut yang menyerang sistem syaraf dan biasanya ditularkan melalui gigitan dari hewan terinfeksi.
Hewan lain yang dapat menyebarkan virus diantaranya kelelawar, kucing, rubah, rakun, dan sigung.
Sumber : Jakarta Post