87 Unggas Ditemukan Positif Flu Burung
Sedikitnya 87 unggas peliharaan milik masyarakat di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan positif flu burung. Kasubdin Peternakan dinas Pertanian Sultra, Mugiyanto, di Kendari, Jumat mengatakan, ternak yang dinyatakan positif terserang virus membahayakan itu, setelah dilakukan penelitian oleh tim medis kesehatan hewan bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kota Kendari.
"Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian Provinsi dan Kota, dengan nama "Reaksi Cepat Tanggap Flu Burung" sudah melakukan pemusnahan dan pembersihan ternak unggas yang diduga terserang virus `avian infulenza` itu," katanya.
Menurut Mugiyanto, tim yang diterjunkan untuk menangani masalah ternak unggas yang terinfeksi flu burung itu beranggotakan delapan orang yang sudah berpengalaman karena sudah mengantongi sertifikat pelatihan khusus dari Jakarta dan Makassar.
Mereka, ditugaskan pada beberapa wilayah kabupaten di Sultra yang dianggap rawan terhadap terjangkitnya virus flu burung diantaranya Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Kolaka.
"Jadi tim itu, selain melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dari penyakit yang belum ditemukan obatnya itu, juga diwajibkan melakukan penyemprotan `disinfektan` (biosecurity) terutama pada kandang ternak milik warga," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan penyemprotan antibiotik pada ternak dan disekitar kandang unggas itu merupakan langka pencegahan sebelum virus itu menular dan menyebar pada unggas lainnya.
Menyinggung stok obat antibiotik pencegahan flu burung, kata Mugiyanto, saat ini pihaknya masih memiliki sekitar 1500 liter, belum termasuk dengan stok di Dinas Pertanian Kota Kendari dan kabupaten lain di Sulra yang diperkirakan memiliki cadangan masing-masing antara 350 liter hingga 500 liter.
Langkah kedepan untuk mencegas terulangnya virus membahayakan itu pemerintah kota/kabupaten adalah perlu menetapkan satu lokasi khusus terhadap aktivitas pemotongan unggas.
"Jadi semua ayam potong yang akan dijual dipasaran, sudah dalam keadaan bersih tidak lagi dipotong disekitar pasar yang bulunya, serta kotoran lainnya yang berserakan dan mengundang masuknya berbagai penyakit pada lingkungan disekitar kita," katanya.
Sumber : Antara

