20.000 Ayam Mati Mendadak di Kalimantan Barat
Pontianak - Sekitar 20.000 ayam berbagai jenis mati mendadak di Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Hasil tes cepat beberapa sampel menunjukkan, ayam tersebut positif terserang virus flu burung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Abdul Manaf Mustafa mengatakan, kematian sekitar 20.000 ayam berbagai jenis itu terjadi selama sepekan di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur.
”Sementara ini kami menduga, virus flu burung masuk ke Kalimantan Barat terbawa unggas dari luar pulau. Ini terjadi karena banyak sekali pelabuhan rakyat di Pontianak yang tidak bisa diawasi satu per satu,” kata Manaf, Minggu (6/2).
Untuk mengisolasi virus di Mempawah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar memperketat pengawasan dan memberlakukan biosekuriti di dua lokasi. Di sebelah barat, pemeriksaan pengangkutan unggas dan telur dilakukan di Sedau, Kota Singkawang, sedangkan sebelah timur dilakukan di Batu Layang, Kota Pontianak.
”Setiap truk pengangkut unggas dan telur disemprot desinfektan,” kata Manaf.
Muhari Yanuar (35), peternak unggas, mengatakan, ayam miliknya yang mati sekitar 5.000 ayam.
”Hampir di semua kandang terdapat ayam yang mati mendadak, padahal saya sudah memisahkan peternakan di lokasi berbeda, yakni di Sungai Pinyuh, Mempawah, dan Sungai Duri,” kata Muhari.
Akibat kematian ayam tersebut, Muhari mengalami kerugian sekitar Rp 120 juta. ”Ayam yang mati ada yang sudah siap panen,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Agribisnis Perunggasan Kalbar Bambang Mulyantono mengatakan, virus flu burung menjadi persoalan karena pendekatan yang diterapkan pemerintah adalah peternakan tanpa flu burung.
”Kami sudah beberapa kali mengusulkan agar kini dipakai pendekatan akrab dengan flu burung. Virus flu burung sulit diberantas sehingga harus ada pendekatan baru, bagaimana membudidayakan unggas dalam lingkungan yang sudah ada virus flu burung,” ujarnya. (aha)
Sumber : Kompas

