Reply to comment
Kalimantan Selatan Bebas Flu Burung Tahun 2012
Banjarbaru, Kalimantan Selatan - Provinsi Kalimantan Selatan selama ini rentan terhadap serangan flu burung, tetapi Kalsel akan bebas dari virus mematikan ini pada tahun 2012.
“Kami telah memproyeksikan Kalimantan Selatan bebas flu burung per 2012,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalsel Serafina Ariani hari Rabu.
Dalam mencapai target, dinas telah mengambil tindakan seperti menghimbau peternak unggas lokal untuk mempertahankan biosekuriti di sekeliling peternakan dan memperketat transportasi unggas.
Kendaraan pengangkut unggas perlu dimonitor secara ketat untuk mencegah unggas terinfeksi masuk daerah bebas virus. “Untuk melakukan ini, kami bekerjasama dengan instansi terkait,” kata Serafina.
Penyakit flu burung mulai menyerang unggas di Kalsel tahun 2004 dan terus berlanjut hingga 2005. Namun virus tersebut relatif tenang dari tahun 2005 hingga akhir 2009, kata Serafina.
”Tetapi pada akhir 2009, penyakit flu burung kembali menyerang ayam di lima kabupaten,” kata Serafina. Kabupaten terinfeksi diantaranya Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, dan Banjarbaru, menyebabkan ribuan unggas dieliminasi untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut, kata Serafina.
Terkait jenis flu burung yang menyerang Indonesia, seorang dokter hewan di kota Garut, Jawa Barat, mengatakan bahwa penyakit tersebut tergolong sebagai Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).
Di Kabupaten Garut sendiri tercatat ada setidaknya 75 kasus HPAI dari 2006 hingga 2010 dimana lebih dari 2.893 ekor ayam mati mendadak, kata Dida K. Endang.
Kejadian penyakit di 48 desa di Kabupaten Garut dalam 4 tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran akan adanya kasus infeksi pada manusia, kata Kepala Dinas Peternakan Garut.
Untuk melindungi warga setempat dari kemungkinan terburuk, 7000 ekor ayam terinfeksi telah dieliminasi.
Pemerintah daerah membayar kompensasi kepada pemilik unggas sebesar Rp. 12.500 per ekor, kata Endang.
Namun, tidak semua warga menerima dengan baik jumlah kompensasi yang diberikan. Bukannya menyerahkan unggas positif AI untuk dieliminasi, sebagian warga malah menyembunyikan unggasnya dan hanya menyerahkan ayamnya yang lebih kecil, kata Endang.
Akibatnya usaha mengendalikan dan mencegah penyebaran flu burung di Kabupaten Garut kurang sukses. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran warga akan kesehatan, katanya.
Banyak warga Garut tidak membakar bangkai unggas terinfeksi namun melemparkannya ke dalam sungai, kali, atau kolam. Parahnya lagi, beberapa warga malah mengkonsumsi unggas yang terinfeksi, katanya.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit Avian Influenza atau flu burung merupakan penyakit menular pada hewan yang disebabkan oleh virus yang biasanya hanya menginfeksi unggas/burung dan terkadang juga babi.
WHO telah memperingatkan dunia bahwa infeksi flu burung dapat menyebar sangat cepat pada unggas.
Indonesia memiliki 33 provinsi. Hanya 3 provinsi yang bebas dari flu burung.
Indonesia telah berhadapan dengan flu burung sejak 2005. Namun flu burung tipe H5N1 juga diketahui telah menyerang unggas dan burung di beberapa negara Asia lainnya seperti Thailand, Kamboja, Cina, dan Vietnam.

